Wednesday, February 15, 2012

Jawaban dengan bukti pelaksanaan..


Pagi ini saya cukup termotivasi dengan pencerahan dari seorang praktisi dari situs ekonomi yang beliau kelola. InsyaAlloh apa yang beliau ungkapkan memang lahir dari pancaran ruhaniyah beliau yang terasah dengan usianya yang cukup matang. Pencerahan yang disampaikan ialah mengenai generasi bertingkat yang beliau bagi berdasar jaman yaitu, generasi pensiun, generasi masa produktif dan generasi anak-anak kita. Dengan karakteristiknya masing-masing terdapat kendala-kendala yang dihadapi "seperti halnya kehidupan ini, memang tidak selamanya yang enak-enak saja".
Pada Umumnya generasi pensiun menghadapi menurunnya daya beli karena tabungannya tergerus oleh laju inflasi, generasi masa produktif (terutama para pekerja) mengalami problem kecukupan pendapatan, karena tidak seimbangnya kenaikan gaji dengan tingkat inflasi & generasi anak-anak kita yang menjadi tugas kita untuk mempersiapkannya, menyongsong kehidupan yang bisa mengatasi kesulitan yang dihadapi saat mencapai generasi pertama dan kedua. Ternyata menurut beliau solusi jawabannya ada disekitar kita, dan nggak perlu jauh-jauh kita mencarinya, yaitu ada di Al-Quran & Al-Hadits!    Subhanalloh, setelah saya renungkan kembali apa kata beliau ini, saya sangat setuju dan meyakininya. Di satu sisi, saya tersadar, betapa selama ini Al-Quran di diri kita masih hanya sekedar "bacaan" rutin belaka, tanpa memaknai dan mengimplementasikan di aktual (semua lini) kehidupan nyata kita. Kita masih menempatkan Al-Quran & Al-Hadits sesuatu yang religi yang punya tempat di masjid-masjid, surau-surau, pengajian2 dst... tanpa pernah membawa-nya ke dunia nyata kita baik dalam mencari nafkah, dalam bergaul dengan sesama, dalam menghadapi masalah-masalah ekonomi, sosial dsb,,,  mulai dari dunia politik kita menjadi carut-marut, korupsi, kolusi nepotisme merajalela, dunia perdagangan yang menghalalkan segala cara menabrak aturan larangan Alloh Swt secara membabi buta,  hingga bentrokan antar suku, agama & ras. Hal-hal tersebut merupakan bukti nyata betapa nilai-nilai ruh yang ada di Al-Quran & Al-Hadits ini telah diabaikan oleh sebagian umat muslim di negara kita ini. 

Satu point krusial disini, termasuk saya sendiri, setelah meyakini hal ini, jawaban ini-pun tiada berarti, bila saya, kita, tidak segera realisasikan dalam kenyataan kehidupan kita. Karena sudah berulangkali kita menjalankan puasa romadhon, berulangkali kita sholat, zakat dst.. tapi begitu di aktual kehidupan kita di dunia pekerjaan kita, dunia pergaulan kita dsb, masih saja kita melakukan tindakan yang TIDAK membawa Al-Quran & Al-Hadits tersebut.
Jadi dengan memohon dengan sepenuhnya pada Alloh Swt, semoga kita diberikan Hidayah & Kekuatan untuk menuju seorang hamba yang selalu merealisasikan diri dalam setiap tindakannya dengan berlandaskan Al-Quran & Al-Hadits.. Amin Ya Alloh..